Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit.

Penggunaan Titik Dan Koma Yang Benar

Titik dan koma

KOMPAS.com - Tanda baca adalah hal yang sangat penting dalam bahasa Indonesia ragam tulis. Bila salah menggunakan tanda baca, maka akan mengganggu keseluruhan satuan kebahaasaan.


Tnda baca yang paling sering kita temui dalam tulisan ialah titik dan koma. Berikut penggunaan titik dan koma yang benar.


Titik

Titik merupakan tanda baca berupa noktah yang digambarkan dengan simbol (.). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) mengatur penggunaan tanda titik sebagai berikut:


1. Tanda titik dipakai sebagai akhir dari kalimat pernyataan. Contohnya:


Saya makan nasi pecel.
Kami sampai di Bekasi.


2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf. Penggunaan ini biasanya terdapat pada bagan, ikhtisar, atau daftar. Contohnya:


I. Makna Kata
a. Leksikal
b. Gramatikal


Ada pengecualian untuk penggunaan tanda titik pada penomoran, yaitu:


  • Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung. Contohnya: 1) mengembangkan kemampuan kognitif atau a) pakai masker
  • Tanda titik tidak dipakai pada penomoran yang lebih dari satu angka atau huruf. Penomoran semacam ini biasa ada dalam penomoran digital. Contohnya: 3d, 24E, RI1, AE 3416 TE dan sejenisnya.
  • Tanda titik tidak dipakai di belakang angka terakhir pada penomoran deret. Contohnya: I.I Latar Belakang atau 3.1 Psikologi Pengarang

Baca juga: Perbedaan Titik Dua dan Titik Koma


3. Tanda titik dipakai untuk memberi tanda dan memisahkan angka yang menandakan jam, menit, dan detik. Tanda titik juga dipakai sebagai penanda waktu atau jangka waktu. Contohnya:


Pukul 13.30 (pukul 13 lewat 30 menit atau setengah dua siang)
01.05.30 (1 jam, lima menit, 30 detik)


4. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka. Tanda ini dipakai untuk memisahkan nama penulis, tahun, judul, dan tempat terbit. Contohnya:


Sugono, Dendy. 2019. Sintaksis Bahasa Indonesia: Pelepasan Subjek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Benedanto, Pax dan Marcus. 2002. Kesusastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia (Jilid I). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.


5. Tanda titik dipakai dalam bilangan ribuan atau kelipatannya. Tanda ini berguna untuk memisahkan atau memberi tanda pada jumlah angka yang banyak. Contonya:


Pak Fajar membayar lunas sisa hutangnyansebesar Rp 17.000.000,00.
Tsunami melahap sedikitnya 11.000 korban jiwa.


Ada pengecualian untuk penggunaan tanda titik pada pemisahan bilangan, yaitu:


  • Tanda titik tidak dipakai bilangan yang tidak menunjukkan jumlah. Contohnya: Aku lahir pada tahun 1999 atau Hubungi kami di nomor 08122937492
  • Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul atau sub judul. Contohnya: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 atau Gambar 4 Termometer
  • Tanda titik tidak dipakai di akhir alamat dalam surat dan tanggal surat. Contohnya: Surakarta, 27 Desember 2020 atau

Kepada Pengurus Kantor Cabang PT. Indah Sejahtera
Jalan Margobawero No. 23
Mojokerto


Koma

Koma merupakan tanda baca yang digambarkan dengan simbol (,). PUEBI mengatur penggunaan tanda koma sebagai berikut:


1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contohya:


Ibu belanja beras, minyak, gula, dan tepung.
Buku, jurnal, karya ilmiah, koran, dan majalah dapat menjadi sumber pustaka dalam skripsi kalian.


2. Tanda koma dipakai sebelum kata hubung atau konjungsi. Biasanya dipakai pada kalimat majemuk setara. Contohnya:


Rumah ini bukan milik saya, melainkan milik orang tua.
Adik ingin membeli komputer, tetapi tabungannya belum cukup.


3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Namun bila anak kalimatnya ada setelah induk kalimat, maka tidak perlu tanda koma. Contohnya:


Kalau tidak hujan, saya akan datang.
Karena pandemi, kami tidak merayakan tahun baru di luar rumah.
Kita harus olahraga agar tubuh tetap sehat.


4. Tanda koma dipakai di belakang kata yang menjadi penghubung antarkalimat. Kata penghubung antarkalimat yang dimaksud seperti namun, jadi, oleh karena itu, meskipun demikian, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan sejenisnya. Contoh:


Pendaftaran nomor pokok wajib pajak dapat dilakukan secara online. Jadi, tidak perlu ke kantor pajak.
Saya mendapat nilai jelek pada pelajaran matematika. Meskipun demikian, ibu tidak marah dan tetap mendukung saya untuk lebih rajin belajar.


5. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru dan kata sapaan. Kata seru yang dimaksud seperti wah, oh, ya, aduh, hai, atau halo. Sementara kata sapaan bisa berupa Pak, Bu, Kak, Nak, Dik, dan sejenisnya. Contoh:


Hai, apa kabar?
Jangan lupa, ya!
Pak, tolong pasangkan lampu.


6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Namun bila akhir kutipan sudah ada tanda tanya atau tanda seru, tidak perlu ditambah koma. Contonya:


“Saya tidak menyangka dia meninggal secepat ini,” kata Pak RT.
“Meninggalnya kenapa, Pak?” tanya Pak Bakin.


7. Tanda koma dipakai di antara nama dan alamat, rincian alamat, tempat dan tanggal lahir, serta nama wilayah yang ditulis berurutan. Contohnya:


Dekan Fakultas Sastra, Universitas Merdeka, Jalan Serayu 8, Ponorogo.
Gang Wilis nomor 10, Kelurahan Ngamprah, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Pandeglang, 12 Maret 1995
Havana, Kuba


Baca juga: Bedanya Tanda Petik Dua dan Satu


8. Tanda koma dipakai dalam penulisan daftar pustaka. Tepatnya di bagian nama, untuk memisahkan nama depan dan nama belakang. Pada daftar pustaka, penulisan nama dibalik susunannya, diawali dengan nama belakang, kemudian disusul nama depan dengan disertai tanda koma. Contohnya:


Christanty, Linda. 2011. Jangan Tulis Kami Teroris. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Damono, Sapardi Djoko. 2016. Bilang Begini, Maksudnya Begitu. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


9. Tanda koma dipakai di antara bagian dalam catatan kaki. Contohnya:


Riris K. Toha-Sarumpaet, Pedoman Penelitian Sastra Anak (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor, 2010), hlm.3.


10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya. Tanda koma berfungsi sebagai pemisah dan pembeda antara singkatan nama belakang atau marga dengan gelar. Misalnya:


Yayat Guntur S., S.Pd
Maria Latuari, M.Hum


11. Tanda koma dipakai sebelum angka desimal. Biasa juga dipakai di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contohnya:


Rp 250,00
3,14
120 km


12. Tanda koma dipakai sesudah dan sebelum keterangan tambahan atau keterangan aposisi. Tanda koma yang mengapit aposisi contohnya:


Semua balita, laki-laki maupun perempuan, wajib mendapat vaksin.
Karyawan yang kurang sehat, seperti yang tertulis dalam poin sebelumnya, dipersilahkan pulang ke rumah.


13. Tanda koma dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Tanda koma di sini berfungsi untuk menghindari salah baca atau salah pengertian. Perhatikan penempatan koma dalam tiga kalimat berikut:


Atas perhatian Bapak, saya menyampaikan terima kasih.
Atas perhatian Bapak saya, menyampaikan terima kasih.
Atas perhatian, Bapak saya menyampaikan terima kasih.


Penempatan tanda koma dapat menimbulkan pengertian yang berbeda meski kalimatnya yang sama. Maka, kita perlu memperhatikan penenmpatan tanda koma agat sesuai dengan maksud yang ingin kita sampaikan.


[Source: Kompas]