Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit.

Fatwa Utuh MUI Soal Sinovac Tunggu Hasil Kajian BPOM

Fatwa MUI atas penggunaan vaksin corona Sinovac bukan saja mempertimbangkan aspek kehalalan melainkan juga aspek thoyib--dalam hal ini keamanan penggunaan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan fatwa utuh soal vaksin virus corona produksi Sinovac diterbitkan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

"Fatwa MUI terkait dengan produk vaksin Covid-19 dari Sinovac ini akan menunggu hasil final dari BPOM dari aspek thayib. Jadi fatwa utuh akan disampaikan setelah BPOM sampaikan aspek keamanan untuk digunakan," kata Ketua Harian Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, Jumat (8/1).

Diketahui, makanan dalam Islam mengikuti prinsip halalan thayyiban atau halal dan baik.

Asrorun menerangkan fatwa MUI bukan saja mempertimbangkan aspek kehalalan dan kesucian melainkan juga aspek thayib. Dalam perkara vaksin Sinovac, dia menjelaskan, aspek thayib meliputi keamanan kualitas dan keamanan penggunaan.

"Sementara aspek thayiban-nya yang terkait safety atau keamanan quality atau kualitas dan kemudian aspek efikasi itu menjadi domain Badan POM. Tetapi, ini satu kesatuan yang tak terpisahkan di dalam pembahasan dan juga penetapan dalam fatwa di MUI," terang dia lagi.\

Kendati begitu, sidang pleno Komisi Fatwa MUI Jumat (8/1) hari ini telah memutuskan bahwa vaksin buatan perusahaan China tersebut memenuhi aspek kehalalan dan kesucian baik dari bahan maupun proses produksinya.

"Bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac asal China yang diajukan proses sertifikasi oleh PT Bio Farma hukumnya suci dan halal."

Sementara itu, BPOM saat ini masih menyiapkan evaluasi atas laporan sementara atau interim uji klinis fase tiga dari tim riset uji klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Meski begitu Kepala BPOM Penny K. Lukito optimistis EUA akan diberikan sebelum target vaksinasi tahap awal pemerintah dilaksanakan atau sebelum 13 Januari 2020. Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran Menteri di Kabinet Indonesia Maju dijadwalkan menjalani penyuntikan vaksin virus corona menggunakan dosis vaksin Sinovac.

Vaksinasi terhadap orang nomor satu di Indonesia itu rencananya berlangsung pada Rabu (13/1) pekan depan mendatang. Penyuntikan bakal digelar di DKI Jakarta sebagai simbol dimulainya vaksinasi di Indonesia.