Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit.

Korsel Dan AS Kembali Bahas Perdamaian Korea

Pejabat tinggi keamanan nasional Korea Selatan dan Amerika Serikat kembali membahas perdamaian Korea pada Sabtu (23/1).

Pejabat tinggi keamanan nasional Korea Selatan dan Amerika Serikat kembali membahas perdamaian Korea pada Sabtu (23/1). Pembicaraan ini merupakan kali pertama antara kedua negara sejak AS berada di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Percakapan formal tersebut dilakukan via telepon antara Direktur Keamanan Nasional Korsel Suh Hoon dan Direktur Keamanan Nasional AS Jake Sullivan.

Blue House menyatakan dua pejabat tinggi tersebut sepakat tentang perlunya kerja sama bilateral erat dalam memajukan proses perdamaian Korea.



Kedua belah pihak menegaskan kembali kekuatan aliansi kedua negara dan mereka sepakat bahwa penting untuk bekerja sama tidak hanya dalam masalah keamanan regional, tapi juga pada tantangan global yang tertunda seperti Covid-19, pemulihan ekonomi, perubahan iklim, dan keamanan siber.

Dilansir kantor berita Yonhap, Sullivan menunjukkan bahwa aliansi itu adalah "kunci utama" perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Para pejabat juga sepakat bahwa Seoul dan Washington akan melakukan upaya bersama untuk mencapai tujuan denuklirisasi dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

Mereka beranggapan Presiden Korsel Moon Jae-in dan Biden perlu memulai "komunikasi" sejak dini.


Menurut juru bicara Rumah Biru Kang Min-seol, Suh juga memberi selamat kepada Sullivan atas pelantikannya sebagai penasihat keamanan nasional Gedung Putih.

Selain itu, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Emily Home juga mengeluarkan pernyataan tentang pembicaraan tersebut, yang menyatakan bahwa Sullivan "menekankan komitmen pemerintahan Biden untuk lebih memperkuat aliansi AS-ROK (Republik Korea)".

"Mereka membahas pentingnya koordinasi yang erat di Republik Demokratik Korea (Korea Utara), serta tantangan regional dan global lainnya termasuk Covid-19 dan memerangi perubahan iklim," kata Home dalam pernyataan itu.